25 Oktober 2009 , 1 July 2017 , 8 Tahun dan sebuah kisah klasik untuk masa depan

25 Oktober 2009, kenapa ? When we start this story. 1 July 2017, we will start a new story with a dream. 8 Tahun, we've been 8 years together. Sebuah kisah klasik penuh drama, penuh irama, nada rendah dan tinggi menjadi satu dan nyaring di dengar serta dari dentingan suara hati tak lekang oleh cepatnya waktu. InsyaAllah menjadi berkah untuk saya dan kamu di masa depan.



"Suatu hari nanti, aku akan menikahimu" kata itu selalu membayangiku di setiap detikku bernafas dan detikku berdoa. First time i saw you, saya tahu kamu adalah senyuman terindah yang aku miliki. Seperti saat saya dan kamu berakhir dengan janji manis dari seorang pemuda.

Dan ini adalah "Wedding invitation and Story" dari kami. Bismillah dan Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena insyaAllah Allah akan memberikan kesempatan kepada kami untuk melangsungkan acara pernikahan yang kami nantikan. Kadang, janji manis seorang laki-laki itu nyatanya memang manis.

Jangan mengira kalau kita mempunyai kisah yang selalu manis dan indah. Tidak semuanya, masalah demi masalah selalu datang dan selalu ada. Tak sedikit masalah yang membuat kita putus. Dalam tulisan saya sebelumnya pernah berkata bahwa kita tidak pernah putus, sebenarnya yang terjadi adalah "kita tidak pernah benar-benar putus dalam berpacaran". Kadang saya yang bermasalah dan kadang dia yang bermasalah. Saya bahkan pernah benar-benar ingin pergi dari kehidupannya, ingin mengakhiri semua ini tapi selalu saja ada yang mempersatukan kita kembali. Banyak hal indah yang akan menutupi semua masalah itu. Dari sini saya bisa memetik pelajaran, "Teman, pacaran itu bukan hanya untuk melakukan hal yang negatif saja, mengenal dia lebih jauh akan membuat anda lebih berkembang dan lebih dewasa dalam menghadapi suatu hubungan serius".

Dia itu 4 tahun lebih muda dari saya. Tidak dipungkiri lagi sifat anak kecil dia adalah suatu masalah besar bagi saya. Bahkan karena hal ini pulalah saya hampir menyerah. Sejenak saya berhenti beraktifitas, memikirkan apa yang harus saya lakukan untuk merubah sifat anak kecil itu. Jika hanya membiarkan dia berubah dengan sendirinya, itu hanya hal sia-sia yang akan membuat saya semakin terpuruk dan ini saya lakukan. Menunggu dan menunggu nya, hasilnya tidak ada yang berubah. Selama lebih 2 tahun saya menunggu dia dewasa, frustasi dan marah rasanya. Ingin pergi dan tak mau lagi berpacaran. Akhirnya saya bertemu dengan sahabat SMP saya, yang terjadi adalah dia lebih dewasa dari saya. Yang di lakukan teman saya ini adalah membiarkan saya dengan memberi contoh. Dan dari sinilah saya mendapat suatu pelajaran yang berharga. Beranjak lah saya dari aktifitas membosankan yang hanya memikirkan cara tapi tidak melakukan apa-apa. Saya bertekad untuk merubah sifat dia dengan cara teman saya dan di tambah bumbu-bumbu kasih sayang. Dan hasilnya, dia berubah drastis dan sangat membuat saya lebih santai dan merasakan arti sebuah percintaan. Dari paragraf ini, saya mendapat pelajaran yang berharga. Burung pasti bisa terbang, tapi burung akan terbang bebas dan tak tersesat harus ada orangtua burung tersebut untuk membimbing nya. Yang saya pikirkan tanpa ada tindakan adalah hal yang sia-sia dan malah memperburuk keadaan. Dan sifat seseorang adalah tantangan terbesar untuk menjadi lebih baik.

Well, 2017 adalah tahun yang sangat membuat saya menguras tenaga dan pikiran. Planing menikah, planing setelah menikah, planing move on dari pekerjaan, planing menjadi seorang pengusaha dan semua planing yang sudah ter tulis dalam papan kecil. Seolah-olah sudah lelah dan menyerah untuk mewujudkan planing - planing itu, banyak kawan-kawan saya yang mencoba memberikan semangat dan mencarikan solusi untuk planing itu. Banyak output dari hampir setiap orang yang saya temui. Dari situ saya bisa memfilter mana yang akan saya pilih menjadi satu solusi yang menjawab keragu-raguan itu semua. One of my friend said "You can't do all your plans in a time, just simple, do it one by one". Thanks, so what i need to do is to prove my promise to her. I will marry her, Widya Ayu Ningtyas. This the first plan should be done in 2017, the others will be followed.

وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendiri ( bujangan ) di antara kalian dan orang-orang shaleh diantara para hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin, Allah-lah yang akan menjadikan kaya dengan karunia-Nya [ QS. An-Nur (24): 32]

Dari dalil Al-Quran yang saya kutip dari sebuah blog ini, saya rasa kita semua sudah tahu apakah arti dari sebuah pernikahan itu. Dan bagi saya pernikahan adalah sebuah ibadah yang akan membuka pintu rezeki anda di kemudian hari. Jadi, jangan ragu untuk menikah. Jangan ragu untuk berpacaran untuk mengenal satu sama lain dengan tujuan yang baik.

Ngawi, 23 Juni 2017. Baru saja saya sampai dari Jakarta, bapak saya sudah di depan rumah menanti kedatangan anaknya yang lama tak pulang. Sampai Ngawi jam 3 pagi dan langsung sahur bareng bapak saya di sebuah warung di dekat rumah. Bapak saya adalah malaikat penjaga saya selama ini, beliaulah yang selalu men support segala kegiatan saya di Jakarta. Dari jaman SD-SMK dan sampai kerja pun saya selalu di beri semangat oleh bapak saya. Namun, waktu begitu cepat sekali, semakin hari semakin terlihat rambut putih bapak saya, matanya yang selalu memperlihat semangat pantang menyerah seolah-olah hilang dan terlihat seperti sudah lelah. 10 hari sebelum menikah dan 12 jam setelah sampai di Ngawi, bapak saya harus masuk rumah sakit karena sakit diabetes bapak saya kambuh lagi. Pikiran campur aduk, ruwet bahkan semua rencana menikah hampir saya batalkan sepihak. Yang saya pikirkan hanya kesehatan bapak saya, apalagi waktu itu dokter spesialis bapak saya juga sudah cuti lebaran. Dengan saran perawat dan staff RS di Ngawi, Bapak saya harus di rujuk di RS Madiun. Dan ya, seminggu penuh saya harus bergantian sama Ibu saya untuk menjaga bapak saya di Madiun. Pagi berangkat, malam pulang. Mungkin itu adalah rencana Allah yang akan memberikan berkah di kemudian hari.


Hari H pun sudah di depan mata, Jumat pagi dari madiun ke Ngawi lalu malam berangkat ke Sidoarjo karena hari Sabtu adalah hari dimana saya harus mengucap janji setia semati kepada calon saya. Acara akad saya hanya di dampingi oleh Pak Lek saya. Dan alhamdulillah SAH, acara lancar dan lanjut ke resepsi di besok harinya.

Hari itu sangat bahagia, seolah-olah semua yang sudah terjadi terlupakan. Apalagi seorang sahabat saya datang tanpa sepengetahuan saya. Yes, he is, he's like my father who always support me when i am down.

Itulah sepenggal cerita pendek pengalaman saya menuju pernikahan yang sakral dan akan membuat kehidupan saya berubah. Alhamdulillah....

Terimakasih.




Awan Argoho

Instagram